Kamis, 14 Juli 2011

the years of the living dangerously:titik parah ekonomi indonesia



Film yg di buat pada tahun 1983 ini mengisahkan tentang keadaan negara indonesia yg sangat parah

Guy Hamilton adalah seorang jurnalis pada pekerjaan pertamanya sebagai seorang koresponden asing. Tugasnya ternyata membosankan karena Indonesia segera berubah panas seperti Presiden Soekarno pemimpin rakyat dan takut kekuatan asing.Guy adalah wartawan terpanas di cerita dengan bantuan fotografer, setengah-Cina kerdil Billy Kwan, yang telah setengah asli. Perselingkuhan Guy dengan diplomat Jill Bryant juga membantu. Akhirnya Guy harus menghadapi beberapa pilihan moral yang besar dan hubungan antara Billy dan dia mencapai krisis pada saat yang sama politik Indonesia makin kacau.
ribuan pendukung PKI di buru dan di babat habis oleh tentara indonesia.






film produksi USA ini laris di kalangan dunia dan menurut pendapat warga sipil bahwa USA memasukkan PKI sebagai musuh adalah untuk menyinggung UNI SOVIET musuh besar AS waktu itu

PKI merupakan sejarah tak terlupakan oleh bangsa.Tapi juga perdebatan tanpa akhir tentang siapa yg sebenarnya profokator dalam peristiwa itu.
Menurut saksi mata bahwa dalang dari peristiwa G30S bukanlah PKI,tapi justru sang presidenlah yg di tuduh.Menurutnya pula presiden soeharto menduduki jabatan presiden ke dua juga dengen cara licik.



TENTANG BUKU



The Year of Living Dangerously
Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965

[Dilarang terbit oleh rezim Orde Baru]

PENGHARGAAN:
*The Age Book of the Year Award
*National Book Council Award

Data Buku
Judul: THE YEAR OF LIVING DANGEROUSLY
Penulis: Christopher Koch
Penerbit: Serambi
Tebal: 496 halaman
Cetakan: II, Oktober 2009
Harga: Rp 49.000

Tahun 1965, sebuah masa yang dikenal sebagai “Vivere Pericoloso”, Hidup Penuh Bahaya, yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia. Pemerintahan Sukarno membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, seraya menyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat konfrontasi dengan negara tetangga: Ganyang Malaysia! Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!

Sementara itu, di Jakarta yang penuh gejolak—tempat intrik politik bergolak dan bahaya senantiasa terendus seperti bau rokok kretek—terjebak Guy Hamilton, seorang wartawan Barat, Billy Kwan, juru kamera bertubuh kate keturunan Cina-Australia, dan Jill Bryant, perempuan Inggris yang sama-sama mereka cintai.

Inilah sebuah drama penuh liku tentang revolusi, cinta segi tiga, kesetiaan, dan pengkhianatan. Selain itu, novel ini membeberkan berbagai peristiwa politik sepanjang tahun penuh pergolakan sampai hari-hari terakhir kekuasaan Presiden Sukarno setelah digulingkan oleh kudeta militer Jenderal Soeharto menyusul Gerakan 30 September.




Setelah lewat 40 tahun, ingatan tentang rangkaian tragedi 1965—ketika ratusan ribu rakyat sipil yang dituduh komunis dibantai menyusul pembunuhan para jenderal di Jakarta—mulai luntur bagi banyak orang. Koch, novelis dan wartawan kawakan Australia, menghidupkan kembali peristiwa itu dengan detail mencekam dalam novel yang dilarang beredar di Indonesia oleh rezim Ode Baru sejak 1978 ini.

Sedemikian menariknya novel ini sehingga diangkat ke layar perak pada 1982 dengan dibintangi para aktor terkemuka Hollywood: Mel Gibson, Sigourney Weaver, dan Linda Hunt. Seperti novelnya, filmnya pun dilarang diputar di Indonesia walaupun mendapat sambutan hangat di seluruh dunia. Tak pelak, novel ini sungguh layak dibaca oleh khalayak luas untuk lebih memahami sejarah kita sendiri.

“Penting dibaca generasi masa kini.”
—The Jakarta Post

“Novel terbaik tentang Indonesia.”
—www.amazon.com

“Karya fiksi yang disajikan dengan matang dan bernas, dipersiapkan dengan baik dan dituliskan dengan indah.”
—Larry McMurtry, penulis pemenang Pulitzer Prize dan Academy Award

“Novel yang indah.”
—The Sidney Morning Herald

“Cerdas, menyentuh, meyakinkan …”
—Anthony Burgess, penulis novel kontroversial A Clockwork Orange


nb:sekedar informasi bahwa film the years of living dengerously pernah tayang di HBO pada juni 2011 lalu sebanyak 3 kali.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons